Tabel Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah

Tabel Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah

Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah - Dalam pembuatan karya tulis ilmiah seperti makalah, essai, jurnal, dan lainnya, penting untuk kita memperhatikan sistematika penulisan yang benar. Salah satu hal yang harus diperhatikan ialah urutan penomoran dalam karya tulis ilmiah tersebut.

Dalam urutan penomoran karya tulis ilmiah, misalnya makalah, maka urutannya harus benar dan tersusun rapi. Biasanya, hal ini juga menjadi penilaian ketika di sekolah maupun kuliah.
Lalu, bagaimanakah urutan penomoran yang baik dan benar dalam penulisan karya tulis ilmiah? Yuk simak informasi berikut ini.

Tabel Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah

Tabel Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah
  • Nomor untuk BAB: I, II, III, dst.
  • Nomor untuk subbab: A, B, C, dst.
  • Nomor untuk anak subbab: 1, 2, 3, dst.
  • Nomor untuk anak subbab pertama: a, b, c, dst.
  • Nomor untuk anak subbab kedua: 1), 2), 3), dst.
  • Nomor untuk anak subbab ketiga: a), b), c), dst.
  • Nomor untuk anak subbab keempat: (1), (2), (3), dst.
  • Nomor untuk anak subbab kelima: (a), (b), (c), dst.
Untuk penomoran dalam karya tulis ilmiah yang isinya sedikit, menurut dosen saya lebih baik memakai penomoran seperti di atas. Namun, bisa juga bila subbab menggunakan nomor seperti 1.1, 1.2, 1.3, dst.

Penutup

Dalam urutan penomoran setiap karya tulis ilmiah apapun, yang sangat perlu diperhatikan adalah konsitensinya. Jika subbab menggunakan A, B, C, dan anak subbab menggunakan 1, 2, 3, maka anak subbab pertama jangan menggunakan A, B, C, lagi.

Itulah urutan penomoran dalam karya tulis ilmiah yang saya pelajari saat sekolah dan kuliah. Semoga dapat bermanfaat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url